Kalau ChatGPT itu otak, maka Nano Banana adalah tangan.
Satu ngatur kata dengan detail yang tajam, satu lagi ngegambar tanpa salah garis.
Dua-duanya bareng-bareng ngebentuk workflow yang dingin, presisi, dan nyaris ga kasih ruang buat error.
Mari kita bedah alurnya.
Banyak orang salah kira bikin prompt itu gampang: tinggal ketik “cyberpunk girl” atau “photo of sneakers in neon city.”
Hasilnya? Acak-acakan. Karena prompt yang dangkal = hasil yang dangkal.
ChatGPT bisa dipakai buat ngerakit prompt yang berlayer. Setiap elemen visual ditentukan, biar Nano Banana bisa nurut dengan sempurna. Formula ini kayak resep dengan bahan yang detail.
Dibawah ini adalah contoh layer dari formula smart prompt dasar dan basic.